Minggu, 25 Februari 2018

BERKAT YANG TIDAK SEPATUTNYA

Bacaan: Habakuk 3:17-19
NATS: Allah...yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga (Efesus 1:3)

Bintang tenis bernama Arthur Ashe meninggal karena penyakit AIDS yang dijangkitinya dari transfusi darah pada saat ia menjalani operasi jantung. Selain sebagai seorang atlit besar, Ashe adalah seorang yang memberi inspirasi dan semangat bagi banyak orang dengan keteladanan perilakunya di dalam dan di luar lapangan.

Ashe dapat saja merasa sakit hati dan mengasihani diri sendiri dalam menghadapi penyakitnya, tetapi ia terus-menerus memelihara sikap yang penuh dengan ucapan syukur. Ia menerangkan, "Jika saya bertanya 'Mengapa saya?' mengenai permasalahan saya, saya seharusnya juga menanyakan 'Mengapa saya?' mengenai berkat yang saya terima. Mengapa saya dapat memenangkan Wimbledon? Mengapa saya dapat menikah dengan seorang wanita cantik dan cakap serta memperoleh seorang anak yang luar biasa?"

Sikap Ashe ini seharusnya menegur kita yang sering menggerutu, "Mengapa saya? Mengapa Allah mengizinkan hal ini terjadi?" Bahkan sekalipun kita sedang mengalami penderitaan yang amat sangat, kita tidak boleh lupa pada anugerah Allah yang dicurahkan dalam hidup kita seperti makanan, rumah, dan para sahabat -- berkat-berkat yang sering terlupakan.

Dan bagaimana dengan berkat rohani? Kita dapat memegang teguh firman Allah dalam tangan kita dan membacanya. Kita memperoleh pengetahuan tentang kasih karuniaNya yang menyelamatkan, penghiburan dari RohNya, dan jaminan sukacita dalam kehidupan kekal bersama Yesus.

Pikirkanlah tentang berkat Allah dan bertanyalah, "Mengapa saya?" maka gerutuan kita akan berubah menjadi pujian -- VCG


ALLAH TIDAK PERNAH BERHENTI MEMBERI KITA ALASAN UNTUK MEMUJINYA
Sumber : Aplikasi Renungan Pagi, Siang, Malam tanggal 26 Februari 2018

******************************************************************************

Sekali lagi, Tuhan itu ada, Tuhan itu benar-benar ada. Dia selalu hadir dengan firmanNya yang selalu tepat bagi anakNya. Sakit hati, mengasihani diri sendiri, menggerutu sangatlah jauh dari kualitas nak-anak Tuhan. Anak-anak Tuhan itu kuat, sabar menderita, dan selalu bersyukur. Saat ini mungkin hal-hal yang penting, hal-hal yang aku impikan dan doakan selalu kepada Tuhan belum ataupun tidak Tuhan berikan kepadaku. Akan tetapi, aku dapat belajar dari Ashe, menghitung berkat.

Aku bersyukur untuk mama dan bapak yang selalu sehat, kuat dan bahagia. Aku bersyukur atas pertumbuhan iman Bapak, aku bersyukur Bapak dapat menjadi contoh dalam hal ketaatan akan firman Tuhan. Aku bersyukur tiap hari Bapak rasjin bersaat teduh dan membagikan saat teduhnya kepada kami. Aku bersyukur atas pekerjaan Bapak yang terus mendapatkan berkat Tuhan. Terima kasih Tuhan.

Aku bersyukur atas mama yang selalu kuat. Aku bersyukur saat ini dia boleh beroleh buah atas setiap air mata dan kesabarannya terhadap anak-anak dan suaminya. Aku bersyukur dan selalu berdoa mama diberkati dalam pekerjaannya. Terima kasih Tuhan.

Aku bersyukur untuk monika yang boleh menjadi seorang dokter, ia pun sudah mulai memiliki penghasilan sendiri. Aku bersyukur dia dapat menjadi seorang dokter yang rendah hati dan takut akan Tuhan. Aku bersyukur diujung setiap panggilan telepon, dia mengingatkanku dan menanyakan "sudah sate?". Terima kasih Tuhan.

Aku bersyukur untuk Eben dan Marcel, aku dapat melihat mereka bertumbuh dan semakin dekat dengan Tuhan melalui pelayanan di gereja. Aku bersyukur mereka dapat mengikuti les-les dan terus belajar dengan baik. Aku beryukur mereka dapat aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah juga. Terima kasih Tuhan.

Aku bersyukur untuk penghasilan yang bisa aku dapatkan dengan hasil keringat sendiri, terlebih aku beryukur disini mendapatkan atasan dan teman yang sungguh-sungguh sangat baik. Teman yang baik bagiku jauh lebih berharga daripada sekedar penghasilan.

Aku bersyukur untuk Tuhan Yesus yang selalu ada memberikan kekuatan. Aku bersyukur untuk Tuhan Yesus yang tidak pernah menyerah kepadaku dan yang selalu setia kepadaku. Tuhan Yesus yang selalu cukup bagiku. Terima kasih Tuhan.

slide show

Loading...

wibiya widget