Selasa, 03 Desember 2013

Teguran melalui APIPA

Udah lama pengen nulis tapi ru sempat sekarang gegara kesibukan yang super duper hectic karena akhir tahun..

Selasa, 26 November 2013, aku mendapat mention facebook dari aPIPAku, isinya adalah ucapan terimakasih buat sms yang aku kirimkan kepadanya saat UTS, yang notabene adalah sms yang aku dapatkan juga dari PKK aku saat aku ujian. Buat COGS pasti masih pada ingat sms ini kan? “Enjoy re_ding your book, be rel_x, p_sses ex_m _nd get good gr_de. _men. Some text are missing cause all ”A” are going to post in your result! Selamat belajar ^^” Romantis beud ya.. Xixixixixi

Aku merasa sangat bersyukur pagi itu karena at least aku bisa membuat aPIPAku semakin bersemangat dan semangat yang dia rasakan juga semakin mebuatku lebih lebih dan lebih bersemangat serta bersyukur. “Ahh thanks God!”.

Kemarinnya tepatnya hari Senin 25 November, di kantor tempat aku bekerja ada yang kesurupan. Aku jadi takut banget. Maklum aku orangnya penakut. Mana ada pegawai juga yang sempat kejebak di lift. Aku jadi makin takut. Ditambah lagi kamar mandinya serem lagi makanya aku jadi makin makin and makin takut. Sampai sampai ke kamar mandi minta anterin temen. Ckckckck. Inilah kalau dari kecil tontonannya cuman barbie dan kartun2 princess lain. Parah banget ya, Aku sama setan takut banget padahal harusnya aku lebih takut sama Tuhan. Huftt..

Melalui mention aPIPAku selasa pagi itu, aku kembali merefleksikan diri, apakah yang membuat aku sampai sedemikian takutnya. Padahal minggu kemarin kami baru aja masuk BAB 1 PIPA yang belajar tentang dosa. Ternyata ni, dosa ga cuman masalah perbuatan jelek aja tapi juga pikiran. Hal itu jelas dalam Efesus 4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: “Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. “ Aduuhh beuuhhh parah kan.. Padahal baru aja belajar tapi sudah lupa. Takut kepada setan juga adalah dosa, hal itu sama seperti orang yang tidak mengenal Allah, sama seperti orang yang tidak punya Allah. Mengapakah aku harus takut jika aku mempunyai Tuhan yang lebih dasyat dari setan-setan itu??

Akhirnya aku memberanikan diri di kantor untuk tidak takut walaupun kadang dipikiran masih takut. Aku harus kuat demi aPIPAku, kalau aku lemah nanti aPIPAku juga lemah. Lagian malu banget kok pePIPA penakut? Ckckckck. Sungguh mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan kesempatan untuk menjadi pePIPA dan terimakasih untuk adik-adik yang telah Tuhan amanahkan kepadaku. Aku tidak boleh cengeng, manja, dan penakut lagi. Aku akan kuat demi aPIPAku. Thankeuu Marin, Mery, May, Mela and Damai. Feeling blessed by your presence my sista. Also feeling thanksfull for  COGS (Cause Of God Salvation). Love u all :*

Rabu, 17 April 2013

One day Trip - Saung Angklung Udjo

Pada Senin, 15 April kemaren semua anak Kebendaharaan Negara melakukan studi tour dengan tema “Aku Cinta Budaya Nusantara” ke Bandung. Di sana kami akan mengunjungi Museum Sri Baduga yang merupakan Museum Jawa Barat dan Saung Angklung Udjo. Saya merasa sangat senang sekali dengan adanya acara ini, karena mungkin ini adalah study tour resmi yang disetujui pihak sekretariat STAN dan spesialisasi Kebendaharaan Negara yang pertama kali merasakannya. Bangga wes sama kerja keras panitia dari FOKMA (Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran) dan pelayanan yang benar-benar prima dan sepenuh hati dari Bidang Akuntan STAN :D Buat study tour ini kami hanya dikenakan biaya Rp30.000,00 itu udah termasuk transport PP menggunakan bus yang bagus, makan siang dan malam, snack yang berkali-kali sampai saya merasa muak, tiket masuk Museum dan tiket Saung Angklung. Terbuaek kan? Hahahaha

Nah di Museum Sri Baduga kami mendapat kertas kerja untuk mencari penjelasan tentang berbagai gambar yang ada. Di Saung Angklung Udjo kami mendapat tugas untuk membuat laporan hasil pertunjukan. Nah ini dia ni yang mau aku bagikan sama kalian sakaligus mengisi kekosongan blog yang hampa.. huhuhu

Saung Angklung Mang Udjo merupakan sanggar seni sekaligus sebagai tempat pertunjukan seni, laboratorium pendidikan dan juga sebagai obyek wisata budaya khas daerah Jawa Barat dengan mengandalkan semangat gotong royong antar sesama warga desa. Tempat 'nyeni' ini didirikan oleh Udjo Ngalagena (Alm) yang akrab dipanggil dengan Mang Udjo, dan istrinya yang bernama Uum Sumiati pada tahun 1966. Saung Angklung Mang Udjo juga dikenal dengan nama Saung Angklung Udjo (SAU).SAU berusaha mewujudkan cita-cita dan harapan mendiang Abah Udjo yang atas kiprahnya dijuluki sebagai Legenda Angklung.

Pertama kali saat sampai di halaman parkir sekitar pukul 17.00, saya kebingungan saung Udjo itu yang mana sih karena ada begitu banyak pondok-pondokan. Saya kemudian bertanya kepada teman yang orang Sunda, arti saung itu apa sih? Ternyata sauang itu memang benar seperti pondokan. Kalau orang bugis mungkin hampir sama kayak bale-bale. Ternyata saung yang menjadi tempat pertunjukan itu agak masuk ke dalam. Begitu turun dari bus, saya langsung masuk ke toko souvenir, disana dijual beranekaragam pernak-pernik khas Sunda, terutama angklung. Barang yang dijual di sini adalah gantungan kunci, kaos, kipas, gelang, sandal, tas, sampai replika angklung, belt cewek, kalung, dompet, dan masih banyak lagi. Di sana saya membeli souvening angklung mini dan gantungan kunci buat pacar. Ahahahaha. Harganya relatif terjangkau sih, cuman ya memang kebanyakan merupakan pernak-pernik untuk cewek, susah mencari oleh-oleh yang pas dan murah meriah untuk cowok. :I

Setelah beberapa saat berbelanja, kemudian toko souvenir didatangi banyak turis asing. Waww.. saya sangat takjub sekali, ternyata tempat ini rame. Para turis ini telah selasai menonton pertunjukan jam 15.30, Jadwal pertunjukan di SAU adalah tiap jam 15.30 dan 18.30. Sekitar pukul 18.00 saya telah selesai berbelanja. Kemudian saya menemani teman saya yang akan melaksanakan ibadah sholat. Sembari menunggu, saya iseng-iseng berjalan-jalan di sekitar area saung.. karena sudah malam, gelap dan hujan, suasana disekitarnya agak sedikit menakutkan. Namun, begitu berjalan beberapa langkah, tampak suara gadung di bawah sinar lampu, saya bersama seorang teman pun mendekatinya. Ternyata itu suara anak-anak yang sedang latihan untuk pertunjukan. Tempatnya bagus banget, bener-bener asri, seandainya datangnya agak lebih cepat, mungkin capture gambar kamera pinjaman saya lebih bagus. Ahahahha *aku gak modal.

Sekitar pukul 18.25 kami pun bersiap-siap ke arena pertunjukan, saat mengambil duduk saya bersama 2 orang teman (Mitzah dan Nunik) kebingungan, teman-teman yang lain pada dapet es krim dan kami tidak T.T ternyata kami harus masuk melalui pintu masuk untuk mendapat es krim. Dan tidak hanya itu ternyata kami juga masih mendapat souvenir berupa kalung berbandul angklung serta brosur. Wow, senengnya. Xixixixi.
Acara pertama/pembuka dari Pertunjukan Bambu Petang ini adalah demonstrasi wayang golek. Wayang golek khas tanah sunda yaitu pementasan sandiwara boneka kayu yang menyerupai badan manusia lengkap dengan kostumnya, yang pada mulanya sering dipentaskan sebagai bagian upacara-upacara adat seperti : upacara bersih desa, ngaruwat, dll, oleh seorang dalang. Ditinjau dari filsafatnya, kata wayang yang berarti bayangan, merupakan penecerminan dari sifat dalam jiwa manusia, seperti angkara murka, kebajikan, serakah, dll. Jadi ada dua macam sifat dari wayang golek, yang baik biasanya dipegang dengan tangan kanan, dan yang jahat dipegang dengan tangan kiri. Dalam setiap pementasannya, wayang selalu membawa pesan moral agar kita selalu patuh pada Pencipta dan berbuat baik terhadap sesama. Siapa menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebahagiaan, dan barang siapa melakukan kejahatan, maka ia akan menanggung akibatnya.
Umumnya, pementasan wayang golek berlangsung lebih dari 7 jam, yaitu pada malam hari, semalam suntuk sekitar pukul 20.00-21.00 hingga pukul 04.00. Di Saung Angklung Udjo (SAU), hanya akan ditampilkan demonstrasi wayang golek, antara lain peragaan bagaimana wayang berbicara, menari dan berkelahi sekitar kurang lebih 15 menit. Pertunjukan ini diriingi oleh alat musik gamelan. Meski kami tidak mengerti bahasa yang digunakan namun tawa tak bisa ditahan ketika salah satu wayang memukuli kepala wayang lainnya.
Berikutnya adalah penampilan tradisi helaran. Helaran seringkali dimainkan untuk mengiringi upacara tradisional khitanan maupun pada saat upacara panen padi. Angklung yang digunakan adalah angklung dengan nada Salendro/Pentatonis yaitu nada asli angklung Sunda yang terdiri atas Da Mi Na Ti La Da. Helaran ini sendiri dimainkan dengan nada yang riang gembira, karena memang ditujukan untuk menghibur dan untuk menunjukkan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat. Pada pertunjukan ini, Helaran dimaksudkan untuk upacara tradisional khitanan. Pertama-tama  disuguhkan tarian kuda lumping oleh bocah pria yang diuruti dengan tarian bersama dengan murid-murid lain. Anak yang habis khitanan dihibur oleh teman-temannya agar tidak merasakan sakit lagi.
Dilanjutkan dengan pertunjukan arumba. Arumba adalah alat musik tradisional terbuat dari bambu bertangga nada diatonic, dengan tahap menghasilkan nada yang harmonis dan dinamis. Diciptakan pada tahun 1970-an, arumba merupakan singkatan dari A untuk alunan, Rum untuk rumpun dan Ba untuk bambu. Di sini MC menyanyikan lagu Peyem Bandung.
Selanjutnya kami disuguhkan atraksi bermain angklung bersama, disini dibawakan 5 lagu nusantara, yakni Bungong Jeumpa (Aceh), Pak Kecipak Kecipuk (Padang), Kicir-Kicir (Batavia), Cublak-cublak Suweng (Jawa tengah), Yamko Rambe Yamko (Papua) oleh para anak-anak.
Nah, acara selanjutnya sangat menarik bagi semua pengunjung karena kami diajari bagaimana caranya bermain angklung! Masing-masing pengunjung dibagikan angklung yang ada nomornya (nada) dan kami diajari mengenal kode nada yang diberikan oleh MC. Wow, tidak disangka kami akan bermain angklung, menciptakan harmonisasi nada! Pengalaman yang satu ini benar-benar unik dan rasanya ingin terus terulang. Beberapa lagupun mengalun seperti; I Have a Dream dan Burung kakak tua. Kami semua hanyut dan tidak ingin berhenti bermain angklung! Tapi pertunjukan tetap harus berlanjut.
Selanjutnya adalah penampilan Orkestra. Sekarang angklung sering dimainkan sebagai orchestra, sering juga dikombinasikan dengan permainan alat music seperti gitar, perkusi, dll. Angklung dapat memainkan hampir semua jenis lagu, klasik, komtemporer, pop serta mengiringi vocal. Di satu sisi, keistimewaan angklung adalah alat music yang sangat menarik dibawakan secara missal, di sisi lain permainan angklung yang baik akan tercipta bila antara pemain terdapat kekompakan.. Disini dinyanyikan lagu terajana, dan para teman-teman dari STAN ikut bernyanyi serta berjoget di panggung.
Yang paling akhir dari Pertunjukan Bambu Petang ini adalah menari bersama pengunjung diiringi permainan angklung. Suasana sangat meriah dan gembira. Puas adalah kata yang tepat mewakili perasaan kami setelah menyaksikan Pertunjukan Bambu Petang di SAU. Suasana ramah, tempat dengan aura seni yang kental, suara angklung, riuh tepuk tangan, semua melengkapi kebahagiaan bisa berada di tempat ini. 

Selasa, 05 Maret 2013

Me, myself and time

This song is very suitable for me right now, yup.. it's just about time and i'll grow again, grow and be mature. amen.

Me, myself and time by Demi Lovato

I can make the rain stop if I wanna, 

Just by my attitude
I can take my laptop record a snapshot
And change your point of view

I just entered this brand new world
And I'm so openhearted
I know I've got a long way to go but I
I'm just getting started, 

I'm over my head, and I know it, I know it
I'm doing my best not to show it, to show it
Whatever it takes to be what I was meant to be, I'm going to try
Cause I'm living the dream and I know it, I know it
I'm trying my best not to blow it, to blow it
And I know everything will be fine
With me, myself and time.

I go where life takes me, but some days it makes me want to change my direction
Sometimes it gets lonely, but I know that it's only a matter of my perception
I just entered this brand new world
And I'm so openhearted
I know I've got a long way to go but I'm
I'm just getting started

I'm over my head, and I know it, I know it
I'm doing my best not to show it, to show it
Whatever it takes to be what I was meant to be, I'm going to try
Cause I'm living the dream and I know it, I know it
I'm trying my best not to blow it, to blow it
And I know everything will be fine
With me, myself and time.

And baby there is nothing like this moment
To just be real and let the truth be spoken
Whatevers broke I can make it unbroken
Turn the lead in my hand into something golden
Just try more love, if I just try more love then I'll find
Myself and time.

I'm over my head, and I know it, I know it
I'm doing my best not to show it, to show it
Whatever it takes to be what I was meant to be, I'm going to try (x2)

Cause I'm living the dream and I know it, I know it
I'm trying my best not to blow it, to blow it
And I know everything will be fine
With me, myself and time.

I'll find myself in time, 
I know I'll find myself in time

Minggu, 10 Februari 2013

Outlineku

Karena banyak yang minta outlineku, so ak post ni sini aja ya, soalny charger laptop ilang, ni aja lagi pinjam charger orang.. huhuhuhu. Tapi ni outlineku yg blom d revisi ya, blom dapat revisi dari bapaknya.. huhuhuhuhu T.T
So, enjoy it :D


DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

TANGERANG


RENCANA LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN




EVALUASI ATAS PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN DI KPPN BEKASI PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2012



Diajukan oleh:
WINDA SRI WARNITA SIMANGUNSONG
NPM: 103010004088

Januari 2012
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG

TANDA PERSETUJUAN
RENCANA LAPORAN PKL


NAMA                                                      WINDA SRI WARNITA SIMANGUNSONG
NOMOR POKOK MAHASISWA         :  103010004088
DIPLOMA III KEUANGAN
SPESIALISASI                                       :  KEBENDAHARAAN NEGARA
BIDANG LAPORAN PKL                     :  PELAKSANAAN ANGGARAN
JUDUL LAPORAN PKL                        :  EVALUASI ATAS PELAKSANAAN
PENCAIRAN DANA PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN DI KPPN BEKASI PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2012
  

  Mengetahui                                                                           Menyetujui
     Kepala Bidang Akademis                                                       Dosen Pembimbing,
         Pendidikan Akuntan,


Akhmad Priharjanto, S.E., M.Si                                                    Pratin, S.E., M.M.
   NIP 197305281993021001                                                 NIP 197304051994031002


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….        i
HALAMAN PERSETUJUAN RENCANA LAPORAN PKL …………………       ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………       iii
BAGIAN ISI                                                                                                                      
A. Pendekatan dan Tujuan Penulisan Laporan PKL ………………………     1
B.  Metode Penelitian ………………………………………………………….   2
C.  Rencana Daftar Isi …………………………………………………………  3
D.  Sinopsis ……………………………………………………………………   5
E.  Ringkasan Isi Tiap Bab …………………………………………………….  8
F.  Rencana Daftar Pustaka …………………………………………………… 9
BAGIAN PENUTUP                                                                                                       
A.  Jadwal Rencana Penyusunan Laporan ..…..……………………………….  11
B.  Rencana Kontinjensi ……………………………………………………….   11


BAGIAN ISI

A.    Pendekatan dan Tujuan Penulisan Laporan PKL

1.      Pendekatan Penyusunan
Dalam penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini, penulis akan menggunakan dua macam pendekatan, yaitu:
a.       Normatif
Adalah pendekatan dengan memberikan saran atas fakta dan praktik nyata yang diamati berdasarkan teori tertentu
b.      Positif
Adalah sebuah pendekatan yang bertujuan untuk menjelaskan fakta dan praktik nyata yang akan diamati di lapangan berdasarkan teori tertentu
2.      Tujuan Penyusunan Laporan
      Laporan Praktik Kerja Lapangan ini disusun dengan tujuan untuk:
a.       Untuk memenuhi sebagian dari syarat untuk dapat dinyatakan lulus dari program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Negara yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;
b.      Untuk mengetahui perbedaan dan membandingkan antara teori dan peraturan-peraturan yang diperoleh dalam perkuliahan dengan fakta yang terjadi di lapangan;
c.       Untuk mengetahui aspek pelaksanaan anggaran, khususnya pelaksanaan pencairan dana pada akhir tahun anggaran.
d.      Untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kemampuan teknis bagi penulis sebagai bekal  untuk  terjun langsung dalam praktik;
e.       Untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan bekerja sama dan meningkatkan pola pikir yang kritis dan dinamis bagi mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya;
f.       Mencoba memberikan masukan sesuai dengan kemampuan penulis yang mungkin berguna dan akan membantu dalam memecahkan masalah.

B.        Metode Penelitian

Dalam penyusunan Laporan PKL ini, penulis berencana menggunakan metode pengumpulan data  sebagai berikut:
1.   Studi Kepustakaan (Library Research)
     Yaitu mengumpulkan data dengan cara mempelajari literatur-literatur berupa buku buku, peraturan perundang-undangan, surat keputusan, surat edaran, dan bahan-bahan lain yang mempunyai relevansi dengan permasalahan yang akan di bahas khususnya berkaitan  dengan aspek pelaksanaan anggaran.
2 .  Studi Lapangan (Field Research)
a.    Metode Observasi
     Yaitu metode pengumpulan data dan fakta di lapangan, dengan melihat atau mengamati secara langsung peristiwa, keadaan, serta proses yang berkaitan dengan obyek yang diteliti, kemudian dijadikan data yang digunakan sebagai acuan dalam pembahasan permasalahan.

b.   Metode Wawancara
     Yaitu metode pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab dan dialog-dialog secara langsung dengan pejabat atau petugas yang  berwenang serta berkaitan dengan obyek penelitian untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penulisan laporan PKL.
c.    Metode Statistik
     Yaitu metode pengumpulan data dengan mencari dan mengolah angka-angka yang berhubungan dengan pokok bahasan Laporan Praktik Kerja Lapangan.

B.     Rencana Daftar Isi
Dalam penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini, penulis merencanakan daftar isi sebagai berikut
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN PKL
PERNYATAAN LULUS UJIAN KOMPREHENSIF
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR  TABEL
BAB I       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan Penyusunan Laporan
C.     Ruang Lingkup
D.    Metode Pengumpulan Data
E.     Sistematika Penulisan
BAB II      LANDASAN TEORI, DATA DAN FAKTA
A.  Landasan Teori
1.      Pengertian belanja
2.      Pedoman pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara
3.      Tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan anggran pendapatan dan belanja negara
4.      Pedoman pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara pada akhir tahun anggaran
B.  Data dan Fakta
1.      Gambaran Umum KPPN Bekasi
a.        Sejarah singkat KPPN Bekasi
b.       Visi dan misi, Motto KPPN Bekasi
c.        Organisasi dan wilayah kerja KPPN Bekasi
d.       Sumber daya manusia.
e.        Struktur organisasi KPPN Bekasi
2.      Pelaksanaan pencairan dana pada akhir tahun di KPPN Bekasi
BAB III    ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.    Indikator dan Penyebab Masalah
B.     Analisis Data dan Fakta
C.     Alternatif Pemecahan Masalah
BAB IV    PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

D.  Sinopsis

Di dalam perekonomian suatu negara terdapat empat pelaku besar, yaitu pemerintah, pelaku usaha dalam negeri, pelaku usaha luar negeri dan rumah tangga. Setiap pelaku memiliki fungsinya masing-masing yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Peran pemerintah  sangat  diperlukan  dalam  perekonomian  suatu  negara, terutama untuk  melaksanakan  fungsinya  dalam  mempercepat  pertumbuhan  ekonomi, sehingga  dapat  meningkatkan  standar  kehidupan  penduduk  pada  tingkat  yang layak. Fungsi   pemerintah dapat  dikelompokkan  menjadi fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi. Dalam melaksanakan fungsi  stabilisasi pemerintah membuat kebijakan  anggaran  sebagai  alat  untuk  mempertahankan  tingkat kesempatan  kerja,  stabilitas  ekonomi  dan  laju  pertumbuhan ekonomi,  dengan  memperhitungkan  akibat kebijakan  pada perdagangan dan  neraca pembayaran. Tanpa  adanya  kebijakan  tersebut,  perekonomian cenderung  akan  mengalami  fluktuasi , peningkatan  jumlah  pengangguran  dan juga  terjadi   inflasi yang akan mengganggu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dalam  fungsinya menjalankan  stabilisasi  ini,  pemerintah  mempunyai  dua instrumen  penting yakni  instrumen moneter dan  instrumen  fiskal. Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Salah satu instrumen fiskal yang digunakan adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan, pengeluaran dan pembiayaan negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). Belanja terdiri atas dua jenis, yakni belanja pemerintah pusat dan belanja daerah. Belanja pemerintah pusat adalah belanja yang digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan pemerintah pusat, baik yang dilaksanakan di pusat maupun di daerah (dekonsentrasi dan tugas pembantuan)
Penyerapan belanja merupakan salah satu indikator baik tidaknya kinerja pemerintah oleh karena itu pemerintah selalu berusaha untuk memaksimalkan penyerapan belanja setiap tahunnya, tetapi penyerapan belanja ternyata memiliki trend yang tidak merata sepanjang tahun. Tiga bulan terakhir setiap tahunnya penyerapan anggaran memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Sebagai contoh pada akhir tahun 2011 belanja pemerintah melambung tinggi. Bahkan salah satu efeknya, pada bulan Desember angka inflasi naik. Meski demikian, penyerapan APBN 2011 diakui langsung oleh Menteri Keuangan rendah (under spending); Per 27 Desember 2011 APBN hanya terserap 88,2%.  Over spending di akhir tahun  memperlihatkan penyerapan APBN tidak didasari prinsip efektivitas dan efisiensi. Di sisi lain, under spending memperlihatkan bahwa pemerintah masih menggunakan indikator penganggaran tradisional yang  lebih memperhatikan penyerapan  anggaran daripada capaian kinerja. Padahal, per tahun 2005 pemerintah sudah berkomitmen untuk menggunakan pendekatan penganggaran berbasis kinerja  (performance budgeting)  pada Kementerian Negara/ Lembaga. 
Pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN oleh KPPN dilakukan berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran kepada KPPN. Jadi untuk mengukur penyerapan belanja, dapat dilihat dari jumlah dan nominal SPM yang masuk ke KPPN. Hasil evaluasi pelaksanaan anggaran dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir senantiasa menunjukkan  peningkatan volume penyampaian SPM ke KPPN selama periode 3 (tiga) bulan pada akhir tahun  anggaran.  Rata-rata peningkatan volume penyampaian SPM berdasarkan data total KPPN seluruh Indonesia sebagai berikut:
Tahun
Jumlah rata-rata
SPM per bulan
(Januari-September)
(% ) Kenaikan SPM per bulan dibanding rata-rata bulan Januari sampai dengan September
Oktober
November
Desember
2009
205.986
134%
160%
310%
2010
231 .651
134%
157%
299%
2011
267.454
130%
148%
299%
Berdasarkan data tersebut, terlihat kecenderungan satuan kerja menumpuk penyampaian SPM ke KPPN pada akhir tahun anggaran khususnya pada bulan Desember. Dalam pengelolaan keuangan negara, hal tersebut mengindikasikan pola penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran yang sangat tidak sehat dan berpotensi menimbulkan  kesalahan baik pada satuan kerja maupun KPPN.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, kemampuan KPPN dalam melayani proses penyelesaian  SPM sampai dengan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) memiliki keterbatasan, baik dari sisi waktu layanan maupun jumlah petugas yang dapat dikerahkan. Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
1.      KPPN di wilayah Provinsi DKI Jakarta maksimum dapat melayani  sebanyak 1.000 (seribu) SPM per hart. Dengan kemampuan tersebut, setiap satuan kerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta dapat menyampaikan SPM maksimum sebanyak 72 (tujuh puluh dual SPM per hari);
2.      KPPN tipe A1 di ibukota Provinsi maksimum dapat melayani sebanyak 640 (enam ratus empat puluh) SPM per hari;
3.      KPPN tipe A1 di luar ibukota Provinsi maksimum dapat melayani sebanyak 430 (empat ratus tiga puluh) SPM per hari;
4.      KPPN tipe A2 maksimum dapat melayani sebanyak 210 (dua ratus sepuluh) SPM per hari.
Untuk tahun 2012 sendiri, berdasarkan laporan TEPPA (Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran), serapan khusus belanja modal 43 kementerian dan lembaga pada semester I 2012 masih rendah. Hingga saat ini baru 25 institusi yang kemampuan identifikasi paket pengadaannya di atas 60%. Sebanyak 37 institusi berkemampuan di bawah 60% dan 25 institusi tidak memiliki kejelasan pelaksanaan penyerapan. Amat mungkin mereka akan menumpuk penyerapan anggaran di akhir tahun. Masih banyak institusi yang belum memulai proses pengadaan lelang pada medio tahun ini. Padahal, hal itu menjadi indikator bagi tren realisasi penyerapan anggaran. 
Lebih parah lagi, TEPPA mencatat penyerapan anggaran belanja empat institusi hingga triwulan II 2012 masih 0%. Keempatnya ialah Kementerian Pemuda dan Olahraga, Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Dewan Kehutanan Nasional.  Hingga 3 September 2012, baru lima institusi yang mampu melelang paket kegiatan secara signifikan. Kelimanya ialah Badan Kepegawaian Negara dengan capaian lelang 100%, BP Batam 94%, BPKP 81,5%, Kementerian Pekerjaan Umum 79,6%, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 67,3%. Dapat kita bayangkan, belanja dibulan September hingga Desember pasti akan sangat meningkat untuk mencapai target penyerapan anggaran. KPPN di tiap daerah pasti akan sangat disibukkan dengan hal ini.
Berdasarkan hal tersebut, untuk melaksanakan APBN yang lebih tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab, perlu diatur ketentuan mengenai pedoman pembayaran dalam pelaksanaan APBN, terutama pada akhir tahun anggaran. Kementerian keuangan telah mengeluarkan beberapa peraturan khusus terkait pelaksanaan anggaran di akhir tahun 2012, diantaranya PER-37/PB/2012 tentang Langkah-langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun 2012; PER-46/PB/2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Negara atas Beban Bagian Umum Bendahara Umum Negara Pada Akhir Tahun 2012; SE-39/PB/2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Pada Akhir Tahun Anggaran 2012; dan masih banyak peraturan terkait lainnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian serta evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan anggaran di akhir tahun anggaran. Penulis menetapkan judul Laporan PKL ini adalahEVALUASI ATAS PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN DI KPPN BEKASI PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2012”.

E. Ringkasan Isi Tiap Bab
BAB I    PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis akan menguraikan gambaran umum tentang penulisan  Laporan Praktik Kerja Lapangan, yang meliputi latar belakang penulisan, tujuan penulisan, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan.
BAB II   LANDASAN TEORI, DATA DAN FAKTA
Pada bab ini penulis akan menguraikan mengenai kerangka teori yang terdiri dari uraian definisi belanja, pedoman pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara serta pedoman pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara pada akhir tahun anggaran. Selain itu penulis juga akan memaparkan gambaran umum KPPN Bekasi serta pelaksanaan pencairan dana pada akhir tahun di KPPN tersebut.
BAB III ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini penulis akan menguraikan hasil yang diperoleh dari analisis terhadap permasalahan yang terdapat di KPPN Bekasi, antara lain indikator dan sebab-sebab timbulnya masalah sehubungan dengan pelaksanaan pencairan dana pada akhir tahun di KPPN tersebut. Kemudian penulis akan memberikan alternatif-alternatif pemecahan dari permasalahan yang timbul.
BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan rangkaian akhir dari bab-bab sebelumnya. Penulis akan menarik simpulan dari uraian-uraian pada bab sebelumnya. Kemudian penulis akan memberikan saran berkenaan dengan simpulan yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan.

E.  Rencana Daftar Pustaka

Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Undang-UndangNomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan         Tanggung Jawab Keuangan Negara.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 169/PMK.05/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir Tahun Anggaran
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 25/PMK.05/2012 tentang Pelaksanaan Sisa Pekerjaan Tahun Anggaran Berkenaan yang Dibebankan pada Daftar Isisan Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran Berikutnya. ?? Perlu ga ya Pak??
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-11/PB/2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2012 tentang Langkah-langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun 2012
Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-46/PB/2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Negara atas Beban Bagian Umum Bendahara Umum Negara Pada Akhir Tahun 2012
Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-87/PB/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Negara atas Beban Bagian Umum Bendahara Umum Negara Pada Akhir Tahun 2011. Buat perbandingan gitu pak.. Bisa?
Surat Edaran Nomor SE-39/PB/2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Pada Akhir Tahun Anggaran 2012.

Surat Edaran Nomor  S569/MK.05/2012 tentang Langkah-Langkah Mengatasi Penumpukan Penyampaian Surat Perintah Membayar ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Menjelang Akhir Tahun 2012.
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. 2006. Keuangan Publik, Teori dan Aplikasi. Jakarta : BPPK



BAGIAN PENUTUP


A.  Jadwal Rencana Penyusunan Laporan
NO
URAIAN KEGIATAN
TANGGAL
1.
2.
3.
4.
5
6.

7.
8.
9.
10.
11.
Pengarahan Penyusunan Outline
Penyusunan dan Penyerahan Outline
Pengarahan PKL
Pelaksanaan PKL
Penulisan Laporan PKL Tahap I
Pengarahan Teknis Penyusunan Laporan PKL
Penulisan Laporan PKL Tahap II
Penyerahan Laporan PKL
Penilaian Laporan PKL
Perbaikan Laporan PKL
Batas Akhir Penyerahan Laporan PKL (Hardcover)
25 Januari 2013 – 28 Februari 2013
25 Januari 2013 – 28 Februari 2013
21 Juni 2013
24 Juni 201319 Juli 2013
22 Juli 2013 – 3 Agustus 2013
19 Agustus 2013 – 23 Agustus 2013
19 Agustus – 30 Agustus 2013
2 September – 6 September 2013
9 September – 20 September 2013
23 September – 27 September 2013
30 September – 4 Oktober 2013


B.  Rencana Kontijensi
            Demikianlah gambaran rencana Laporan PKL yang akan disusun. Karena outline ini bersifat rencana, maka tidak menutup kemungkinan terdapatnya perubahan. Penulis mempunyai harapan agar di dalam proses penyusunan laporan PKL ini dapat berjalan sesuai jadwal dan rencana yang telah dikonsep pada awal persiapan. Akan tetapi, dalam proses tersebut dimungkinkan terdapat hambatan dan kendala yang dapat menyebabkan adanya perubahan-perubahan dalam laporan PKL ini. Adapun perubahan-perubahan yang dimaksudkan oleh penulis adalah
1.      Perubahan metode penelitian.
2.      Perubahan bab dan sub-bab.
3.      Perubahan atau modifikasi judul, tanpa mengubah substansinya.
4.      Penambahan atau pengurangan daftar pustaka/ referensi.
            Sesuai dengan ketentuan di dalam penyusunan laporan PKL ini, maka adanya perubahan-perubahan di atas penulis akan senantiasa mendiskusikannya dengan dosen pembimbing laporan PKL ini, dan apabila terjadi perubahan yang signifikan, maka penulis akan melaporkannya kepada lembaga (sekretariat) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tentunya, penulis akan berusaha agar segala sesuatunya tidak menyimpang dari tujuan penyusunan laporan PKL seperti yang telah dijelaskan pada rencana laporan PKL ini di atas.
            Penulis menyadari bahwa dalam outline ini terdapat banyak kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing.
            Akhirnya penulis berharap agar outline ini dapat memberikan manfaat sebagai instrumen penuntun dalam penyusunan Laporan PKL sehingga dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.




slide show

Loading...

wibiya widget